Sebelum kita melangkah lebih jauh,terlebih dahulu kita harus mengetahui dasar-dasarnya terlebih dahulu sebelum melakukan konfigurasi jaringan.Mengapa?Karena jika kita tidak mengetahui dasar-dasarnya,bagaimana kita akan melangkah lebih jauh?kita pasti tidak akan bisa jika tidak mengetahi dasar-dasarnya.Tetapi dasar utamanya adalah kita harus memahami tentang lapisan OSI yang terdiri dari 7 lapisan.setelah kita memahami 7 lapisan tersebut,Nah,sekarang kita akan belajar mengenai IP Adress dan juga subneting.berikut penjelasannya.
A.IP Adress
IP Adress adalah sistem pengalamatan setiap host yang terhubung ke jaringan.IP adress memliki banyak versi,namun pada saat ini yang paling banyak digunakan adalah IP versi.4.Sedangkan satuan dari IP Adress adalah bits.Kadang kita salah menafsirkan antara bits dengan bytes,padahal satuan IP adress yang sebenarnya adalah bits.Oleh karena itu,bits dan byte itu berbeda.satu byte sama dengan delapan bits dan delapan bits itu sama dengan satu byte.Apa kalian tahu kenapa dinamakan IP versi 4? karena terdiri dari 4 bagian,yang setiap bagiannya terdiri dari 8 bits.Jadi totalnya 32 bits
/4 byte.sedangkan hostnya sejumlah 4,294,967,296 yang diperoleh dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamat IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol.Contoh dari IP Versi 4 adalah:
172.16.254.1
Keterangan:
- 172 dalam bilangan biner adalah 10101100 .Terdiri dari 8 bits.
- 16 dalam bilangan biner adalah 00010000.
- 254 dalam bilangan binernya adalah 11111110 .
- 1 dalam bilangan biner adalah 00000001 .
1) Alamat
Unicast
Merupakan alamat IPv4 yang ditentukan
untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP.
Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one. Jika
ada sebuah intranet tidak yang terkoneksi ke Internet, semua alamat IP dalam
ruangan kelas alamat unicast dapat digunakan. Jika koneksi dilakukan secara
langsung (dengan menggunakan teknik routing) atau secara tidak langsung (dengan
menggunakan proxy server), maka ada dua jenis alamat yang dapat digunakan di
dalam Internet, yaitu public address (alamat publik) dan private address
(alamat pribadi).
-
Alamat publik
Adalah alamat-alamat yang telah
ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah
dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama)
jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet.
-
Alamat Privat
Untuk host-host di dalam sebuah
organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke Internet, alamat-alamat IP
yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan mutlak dibutuhkan.
Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer Internet mereservasikan
sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut sebagai ruangan alamat
pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi tidak
akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP yang berada di dalam
ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi atau Private Address.
Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam
tiga blok alamat berikut:
·
10.0.0.0/8
·
172.16.0.0/12
·
192.168.0.0/16
Sementara itu ada juga sebuah ruang
alamat yang digunakan untuk alamat IP privat dalam beberapa sistem operasi:
169.254.0.0/16
2) Alamat
Broadcast
Merupakan alamat IPv4
yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang
sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone. Berbeda
dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya
dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan
sebagai alamat sumber. Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network
broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited
Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast
akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat
broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan.
Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast
IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni
0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.
3) Alamat
Multicast
Merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses
oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda.
Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many. Alamat IP Multicast
(Multicast IP Address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu
paket kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat
multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan
diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang
berada dalam kondisi "listening" terhadap lalu lintas jaringan yang
dikirimkan ke alamat multicast tersebut. Dengan cara ini, alamat multicast pun
menjadi cara yang efisien untuk mengirimkan paket data dari satu sumber ke
beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan
dalam RFC 1112.
B.Subnetting
Subnetting adalah pengelompokan IP Adress.Subnet terdiri dari 0 sampai 32.
Subnetting adalah pengelompokan IP Adress.Subnet terdiri dari 0 sampai 32.
- Melambangkan jumlah IP dalam dalam subnet tersbut dengan rumus 2³²ٜ ⁻x
- Subnet 0 berarti semua IP Adress
- Subnet 32 berarti 1 IP Adress
Contoh Subneting
192.168.0.0/25
Netmask=255.255.255.12
Prefix=25
IP Network=192.168.0.0
First Host IP=192.168.0.1
Last Host IP=192.168.0.126
Broadcast=192.168.0.127
Host IP= Total IP didalam subnet(-)minus 2
Keterangan:
Pada IP network menggunakan IP terendah=0
pada last hostnya menunjukan pengguna yang dapat mengakses(user)
sedangkan pada broadcastnya menggunakan IP tertinggi
Jika proses subnetting yang menghasilkan beberapa subjaringan dengan
jumlah host yang sama telah dilakukan, maka ada kemungkinan di dalam
segmen-segmen jaringan tersebut memiliki alamat-alamat yang tidak
digunakan atau membutuhkan lebih banyak alamat. Karena itulah, dalam
kasus ini proses subnetting harus dilakukan berdasarkan segmen jaringan
yang dibutuhkan oleh jumlah host terbanyak. Untuk memaksimalkan
penggunaan ruangan alamat yang tetap, subnetting pun diaplikasikan
secara rekursif untuk membentuk beberapa subjaringan dengan ukuran
bervariasi, yang diturunkan dari network identifier yang sama. Teknik
subnetting seperti ini disebut juga variable-length subnetting.
Subjaringan-subjaringan yang dibuat dengan teknik ini menggunakan subnet
mask yang disebut sebagai Variable-length Subnet Mask (VLSM).eknik variable-length subnetting harus dilakukan secara hati-hati
sehingga subnet yang dibentuk pun unik, dan dengan menggunakan subnet
mask tersebut dapat dibedakan dengan subnet lainnya, meski berada dalam
network identifer asli yang sama.
Fungsi dari subneting:
- Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
- Teroptimasinya unjuk kerja jaringan
- Pengelolaan yang disederhanakan
- Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh, contoh WAN yang menggunakan jaringan antar kota yang berbeda.
Tujuan melakukan subnetting ini adalah :
- Membagi satu kelas netwok atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
- Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
- Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
- Penggunaan IP Address yang lebih efisien.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
0 comments:
Post a Comment